Kewajiban Mengikuti Manhaj Salaf


Mengikuti jalan para ‘ulama salaf adalah wajib atas setiap muslim dan muslimah dalam segala perkara agama. Dan dalil akan wajibnya berasal dari Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’ (kesepakatan) para ‘ulama dari zaman ke zaman.

Dalil Wajibnya Dari Al-Qur`an

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surah At-Taubah ayat 100 :

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”.

Ayat ini sangat tegas menunjukkan wajibnya mengikuti jalan para Salaf dan bahwa orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik akan mendapatkan keridhaan dan mendapat pahala sorga. Maka ini menunjukkan bahwa orang yang tidak mengikuti mereka akan mendapat siksaan dan tidak akan mendapatkan keridhaan.

Dan Allah menjadikan keimanan para shohabat sebagai simbol kebenaran dan petunjuk, didalam firman-Nya Allah menegaskan :

فَإِنْ ءَامَنُوا بِمِثْلِ مَا ءَامَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Maka jika mereka beriman seperti apa yang kalian telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kalian dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS.Al-Baqorah : 137)

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah menafsir ayat ini dalam tafsir beliau yang terkenal : “{Maka jika mereka beriman} yaitu orang-orang kafir dari Ahlul Kitab dan selain mereka {seperti apa yang kalian telah beriman kepadanya} wahai kaum mu’minin dengan keimanan kepada seluruh kitab Allah dan Rasul-Nya tanpa membedakan seorangpun dari mereka {sungguh mereka telah mendapat petunjuk} yakni mereka telah tepat diatas kebenaran dan mendapatkan petunjuk kepadanya”.

Bahkan Allah ‘Azza Dzikruhu mengancam orang-orang yang menyelisihi jalan para salaf dalam firman-Nya :

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia larut dalam kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa : 115).

Berkata Ibnul Qoyyim Al-Jauzy : “Sisi pendalilan dari ayat ini : bahwa ayat ini menjadikan penyelisihan jalan kaum Mu’minin sebagai sebab larutnya di jalan kesesatan dan masuknya ke dalam Jahannam, sebagaimana (ayat ini) juga menunjukkan bahwa mengikuti jalan Ar-Rasul shollallahu ‘alahi wa alihi wa sallam merupakan bagian dari pokok Islam yang agung yang memberikan konsekwensi harus dan wajibnya menempuh jalan kaum Mu’minin lagi wajibnya. Adapun jalan kaum Mu’minin adalah perkataan dan perbuatan para shahabat radhiyallahu ‘anhum, ini ditunjukkan oleh firman-Nya Ta’ala :

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ

“Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman”. (QS.Al-Baqorah : 285).

Dan kaum mu’minin waktu itu adalah para shahabat”. Demikian perkataan Ibnul Qoyyim dinukil dengan perantaraan kitab Bashoir dzawi Asy-Syaraf Bimarwiyat Manhaj As-Salaf hal.54.

source : http://www.darussalaf.or.id

8 comments on “Kewajiban Mengikuti Manhaj Salaf

  1. musafir mengatakan:

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakaatuh
    Saya orang awam yang sering sekali mendengar istilah salaf.sy terkadang membaca beberapa penjelasan di mana sy menangkap kesan bahwa Islam versi salaf kok tidak respon terhadap perkembangan zaman bahkan tidak menjadikan islam sebagai pemegang zaman. Islam wajah salaf terpaku kaku secara tekstual dan sejarah sempit para sahabat. Saya sepakat bahwa para sahabat luar biasa dalam hal ibadah dan akhlak.Tapi jangan lupa di antarasahabat banyakmelakukan terobosan-terobosan hkum sesuai zamannya dan sesuai pengetahuan para sahabat.Ingat sahabat juga manusia yang logika berfikirnya sesuai konteks zamannya saat beliau rodiayallahu anhum masih hidup. Saya sangat menyayangkan gerakan salafiyah di masyarakat justru produk jualannya hanya seputar bidah saja.Itu pun bidah yang kategorinya diperluas berdasarkan interpretasi sendiri (hal muamalah dijadikan bidah-sungguh logika berfikir yang aneh).Sekalipun membicarakan hal umum, selalu djadikan pintu masuk untuk menganggap orang lain bidah..Persoalan ummat bukan terletak pada khilafiyyah, tapi kondisi saat ini.kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan lainnya di samping pemahaman terhadap ajaran Islam sendiri…Buktikan Islam itu ya’luu wala yu’laa alaihi..Islam itu harus melahirkan visi ke depan bukan berorientasi ke belakang.Jadikan nilai-nilai Islam sebagai warnanya..Tampilkan Islam dengan smart, moderat, dan intelek..(bersambung)

  2. musafir mengatakan:

    Mohon juga diteliti hadits : (alaikum bisunnatii wa sunnati khulafaairroosyidiina mim ba;di.). Menurut saya ada suatu yang janggal, jikalau benar rijalul haditsnya orang-orang tsiqoot,bukankah ketika nabi masih hidup belum ada yang namanya khulafaurrosyidiin?Mengapa nabi menyebut Khulafa rosyidiin…

    Jangan lupa, dari sekian banyak hadits bukhori muslim sekalipun, masih banyak terdapat hadits yang terkategori dhoif. Repotnya kita tdk tahu mana yang dhoif dan tdk make sence. Bahkan Bukhori muslim sekalipun kesulitan menentukan yang mana…

    Bukankah Ra’yu yang salih dapat dijadikan rujukan ketika ayat maupun hadits tidak secara jelas memberikan wayout?

    • Arif Hakim mengatakan:

      itu khabar dari Rasulullah ttg masa depan dan cara bersikap. antum bisa tunjukkan hadits bukhari muslim yg dhaif ? pasti karena matannya dianggap tidak masuk akal, kan ? ketahuilah akhi, siapa pun bisa diterima atau ditolak perkataannya, kecuali ucapan Rasulullah…

  3. musafir mengatakan:

    SALAM UKHUWWAH….

  4. Arif Hakim mengatakan:

    salam ta’dzim…
    akhi, bila membaca, kita akan ketemu syubhat demikian banyak. tulisan2 yg tersebar di dunia maya sangat beragam. kami menyarankan, antum ikuti kajian2 salaf, membuka kitab, mempelajari ilmu syar’i. insyaallah lebih mantap. sebagai pembuka, antum bisa dengarkan kajian melalui http://www.kajian.net. bila antum berkenan, kami bisa kirimkan DVD kajian ke alamat antum. selanjutnya mari kita buka kitab….

    akan halnya ra’yu, sudah sangat jelas bahwa kita harus meninggalkannya.

    wassalamu’alaikum

  5. hendra suhendra mengatakan:

    Assalamulaikum?
    Maaf Ust,Bisa diperjelas lagi pembahasan nya dengan menggunakan ilmu gramatikal Arabiah !Disini perlunya mengkaji ilmu nahwu dan shorof dll. Mungkin itu menggunakan gaya bahasa mazaji dimana tertuang dalam kitab Jawahirul maknun yang mengulas mengenai ilmu ma’ani dan ilmu bayan…Tolong dikaji ulang lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s