Dialog Asy Syaikh Muhammad Al-Imam Dengan Bapak Ahmad Utusan Dari KBRI Di Yaman


Selain Saudi Arabia dan Mesir, salafiyyin Indonesia banyak menimba ilmu di negeri Yaman. Di sana terdapat banyak ma’had darul hadits. Kondisi Yaman saat ini diliputi situasi yang mencekam akibat dari Teror Al Qaida Yaman. Sebagaimana dimaklumi disinyalir salafiyyin mengambil peran di dalamnya. Maka KBRI mengadakan kunjungan ke salah satu ma’had darul hadits di wilayah Ma’bar untuk melihat bagaimana santri terutama dari negeri Indonesia.

Berikut ini adalah dialog antara Asy Syaikh Al Fadhil Al Walid Muhammad bin Abdillah Al-Imam hafizhahullah dengan Yang Terhormat Bapak Ahmad Zain Al Huda -barakallahu fiih- utusan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia. Terselenggara pada hari Senin 12 April 2010 di Ma’had Darul Hadits Ma’bar, Republik Yaman.

Bapak Ahmad: Wahai Syaikh, kami datang dari Kedutaaan Indonesia yang pertama bermaksud berkunjung kepada Asy-Syaikh, dan kedua melihat kondisi para pelajar Indonesia yang berada di Ma’bar.

Selanjutnya, kami memohon kepada Asy-Syaikh untuk menyampaikan penerangan dan penjelasan terkait dengan kondisi terbaru dalam masalah politik di Yaman, karena seperti yang telah kami ketahui bahwa politik dan keamanan di Yaman telah terjadi padanya beberapa peristiwa. Apakah keadaan yang kurang nyaman dan kurang aman ini akan merugikan para pelajar? Dan masalah visa demikian dipersulit ketika kita sampai di bandara (Shan’a).

Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah:

اَلْحَمْدُ لله رَبِّ اْلعَالَمِينْ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدُ رَسُوْلُ الله وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلَّا الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله، أَمَّا بَعْدُ

Terkait dengan para pelajar Indonesia di tempat kami di sini, maka mereka sebenarnya sedikit tidak seperti yang mungkin terbayang.

Kedua: Para pelajar Indonesia adalah pelajar yang paling tenang dan paling beradab dibanding lainnya, dan mereka juga paling semangat menerima arahan yang diberikan, demikian juga mereka itu paling semangat untuk menggali ilmu dan menyibukkan diri dengannya dibanding yang lainnya. Ini yang terkait dengan diri para pelajar.

Adapun yang terkait dengan kondisi di Yaman, hal ini juga dikenal dengan perkara politik dan pihak-pihak yang menginginkan kedudukan dan berlomba mengejar kekuasaan, kursi serta harta dll.

Dakwah kami -dengan memuji Allah Rabb semesta alam- adalah dakwah yang menjelaskan kepada manusia apa yang wajib mereka lakukan dan apa yang berhak mereka dapatkan. Dakwah ini mengingatkan manusia dari berbagai macam fitnah dam ujian, terkhusus fitnah kekuasaan. Maka sesungguhnya sejarah islam telah penuh dengan timpaan bencana dan ujian yang turun kepada kaum muslimin disebabkan mengejar kekuasaan dan kepemimpinan.

Maka kami adalah orang yang paling mengasihi dan sayang kepada para kelompok dan orang-orang yang menempuh cara itu, yaitu cara-cara peledakan, pengeboman dan penggulingan. (Kami mengingatkan dan menasehati mereka dengan cara yang baik). Dan apapun yang tergambar, orang-orang meodel ini beranggapan bahwa dia telah berada dalam jalan yang benar, semua ini karena agama, dan kenyataannya tidaklah seperti itu. Agama ini tidaklah diperjuangkan dengan cara-cara ini. Dan cara-cara ini hanyalah sekedar yang dipahami oleh para da’i yang berjalan menempuh cara-cara itu. Adapun yang benar adalah Islam tidaklah mengijinkan adanya kelompok-kelompok ini dan apa yang mereka usahakan untuk sampai kepadanya berupa pemberontakan dan penggulingan.

Alhamdulillah, pertama, kami menyeru diri kami dan kedua sekalian manusia, pemerintahnya, rakyatnya, kelompok-kelompoknya untuk menjauh dari perkara-perkara yang menyebabkan pertumpahan darah, menyebabkan nyawa melayang, terganggunya keamanan dan kondisi yang tidak kondusif. Alhamdulillah dakwah kami jelas dan dikenal dalam permaslahan ini. Siapa yang belajar di tempat kami dan mengaplikasikannya sesuai yang diajarkan, maka dia akan menjadi pembuka kebaikan dan penghalang kejelekan dengan izin Allah Ta’ala.

Tidak ada yang perlu ditakutkan dari berpegangnya kaum muslimin dengan agama mereka, yang harus ditakutkan adalah tidak berpegangnya kaum muslimin dengan agama mereka, atau adanya orang yang menjadikan agama ini kedok untuk sampai kepada perkara dan urusan yang pada hakekatnya menyelisihi syari’at Allah Ta’ala dan mengundang fitnah.

Alhamdulillah apa yang kami jalani adalah perkara yang nyata, dakwah kami dan sikap-sikap kami dalam berusaha memperbaiki kondisi negara (masyarakat) adalah perkara yaang jelas. Benar bahwa kami tidak menerima suatu perkara yang menyelisihi syari’at Allah Ta’ala, sama saja hal itu dari pihak pemerintah, atau dari kelompok bahkan kamipun tidak menerimanya meski itu dari sebagian kami. Kami menganggap yang bathil adalah bathil dan maksiat adalah maksiat, dan hak Allah Ta’ala serta jaminan dan janji Allah Ta’ala kepada kami itu lebih besar dibanding hak makhluk. Dan hak Allah Ta’ala lebih dikedepankan dari pada hak makhluk.

Sebagian orang berusaha untuk menjatuhkan kami dalam permasalahan, (mereka berkata): Kenapa kalian tidak berjalan bersama pemerintah? Maka kami katakan kepada mereka: Kami berjalan bersama pemerintah kami dalam perkara yang mencocoki syari’at Allah Ta’ala, maka kami bersama mereka sebagai wujud menjalankan syari’at Allah Ta’ala. Dan yang tidak mencocoki syari’at Allah Ta’ala maka tidak boleh bagi kami untuk berjalan bersama mereka, dan tidak boleh bagi mereka untuk menuntut kami agar bersama mereka dalam perkara yang menyelisihi syari’at Allah Ta’ala. Karena hal itu merupakan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Maka sikap kita tidak sepakat atas beberapa perkara, hal itu disebabkan bahwa hal itu menyelisihi syar’at Allah Ta’ala. Dan hal seperti tidaklah dihitung sebagai celaan terhadap dakwah kita, bahkan kita seharusnya dipuji, karena berjalan bersama al-haq berdiri bersama al-haq demi tujuan yang haq -bukan untuk memanfaatkan al-haq demi mencapai bebarapa perkara- adalah perkara yang kita anggap merupakan perkara yang diwajibkan oleh Allah Ta’ala atas kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Pencipta (Allah).”

Segala puji bagi Allah Ta’ala, kami berjalan bersama masyarakat dan pemerintah kami dengan batasan yang kami mampu sesuai koridor syari’at Allah Ta’ala. Dan ini kami anggap lebih membawa kebaikan bagi kami dan bagi mereka, karena tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan itu akan mendataangkan petaka bagi semua orang. Kalau ulama itu ikut menjadi seperti yang datang dari selain ulama lalu apa manfaat ilmu. Orang belajar agar ia tahu kebenaran dari kebathilan mengetahui yang sunnah dari pada yang bid’ah, mengetahui yang bermanfaat dari pada yang merusak, dan meniti jalan yang mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Di sana ada tuduhan bahwa ma’had (pondok) yang anda mengajar padanya mengajarkan manhaj (metodologi) terorisme?

Semoga Allah Ta’ala memberkatimu. Terkait bahwa kami mengajarkan kitabullah dan sunnah rasul-Nya, dan kami mengajarkan kitab yang mana merupakan penjelasan terhadap kitabullah dan sunnah rasul-Nya. Kitab-kitab ini berisi penjelasan para imam islam dan muslimin, yang mana mereka itu dikenal, masyhur dan menjadi rujukan bagi umat pada jaman dahulu ataupun mendatang. Dan kaitab yang kami ajarkan tidak ada padanya sesuatu yang ditakutkan terhadap aqidah seorang muslim, tidak pula terhadap akhlaqnya, tidak pula terhadap pergaulannya dan tindakannya terkait dengan pemerintah (negara)nya. Tidak ada padanya perkara yang ditakutkan sedikitpun.

Kami katakan: kalau ada yang mengatakan bahwa kami memiliki kitab pelajaran yang perlu dihindari. Kalau datang pihak pemerintah dan berkata bahwa kitab ini ada mafsadatnya terhadap negara oleh karena itu kalian harus melarangnya untuk dipelajari, maka kami siap untuk tidak mengajarkan kitab yaang ada mafsadat terhadap negara. Karena kami melihat bahwa menjaga negara, keamanan dan ketentraman serta kebaikan bagi kaum muslimin adalah jua tanggung jawab atas kita, yang diwajibkan oleh Allah Ta’ala dan bukan karena hal ini diwajibkan oleh seseorang. Atas kita untuk bersemngat untuk menciptakan perbaikan keadaan semampu kita.

Maka kami memandang tuduhan di atas hanyalah sekedar tuduhan belaka seperti pelempar yang melempar dari jauh ke arah yang jauh.

Apa sikap anda terhadap aksi dan pelaku terorisme?

Jika yang dimaukan dengan kata teror di sini adalah peledakan, pengeboman, pemberontakan dan penggulingan pemerintah muslimin dan rakyatnya, maka tidak ada kelompok ataupun jama’ah di muka bumi ini yang menasehati dan menerangkan orang-orang itu dan siapa yang berjalan dengan jalan pengkhianat ini seperti keterangan dan nasehat yang dilakukan oleh ahlus sunnah. Maka kitab-kitab kami, kaset-kaset kami, dan karya tulis kami penuh dengan peringatan dari bencana (teror) ini dan para penyerunya beserta pengusungnya. Kami mengingatkan sebagai bentuk amalan terhadap agama kami bukan karena desakan pemerintah ataupun desakn seseorang. Kami memandang bahwa ajaran kami tidak melegalkan keberadaan tidakan dan kegiatan teror ini, dikrenakan padanya ada keruskan terhadap negara dan umat. Dan sikap kami ini sudah dikenal di sisi pemerintah kami, juga sudah masyhur di dunia.

Apakah anda merasa bahwa di sana ada tekanan dari penguasa terhadap ma’had anda yang mulia ini?

Terkait dengan pemerintah, ketika terjadi kejadian semacam teror -yang hakekatnya itu adalah kepanjangan tangan dari negara kafir yang telah di ketahui peperangannya terhadap islam- maka mereka berusaha untuk mencurigai kami dengan suatu tuduhan, dan melemparkan tuduhan dengan apa yang mereka lemparkan. Semua itu dilakukan dalam bentuk peperangan tehadap islam bukan hanya sekedar ketakutan terhadap tindakan peledakan dan pengeboman, yang mana kami sendiri mengingatkan umat dari kegiatan seperti ini sebagai amalan agama kami dalam rangka menjaga keamanan dan ketentraman.

Maka pihak-pihak asing ini, di sebagian waktu melakukan tekanan yang lebih kepada pemerintah, entah terhadap pemerintah Yaman atau pemerintah negara muslim yang lain. Mereka berkata: kalian telah menjadi teroris, kalian, dan kalian.

Maka kami terkadang menemukan adanya penyempitan dari pihak pemerintah dan kami katakan bahwa ini adalah tekanan yang hakekatnya dilakukan oleh pihak asing. Maka yang dituntut adalah kita menerangkan pada mereka.

Terkadang sebagian orang (petugas) bertindak secara pribadi di bandara, demikian dalam memerangi mempersulit orang yang mau masuk ke negara ini dari warga negara lain, dia berusaha melarang mereka dan menyulitkan birokrasi mereka. Maka hakekatnya ini adalah tindakan yang berpusat pada pihak tertentu demi tujuan-tujuan yang diinginkan seseorang. Maka kita memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala.

Berapakah jumlah pelajar Indonesia di sini wahai Syaikh?

Aku belum menghitung mereka. Alhamdulillah kami memiliki murid yang masuk dengan resmi, secara kenegaraan dan kedutaan di sini. Jika anda (pihak kedutaan Indonesia) bisa memberikan pemahaman kepada pihak terkait pada pemerintah Yaman bahwa pelajar Indonesia bihamdulillah adalah pelajar yang tenang, tidak banyak tingkah -dan setahu kami sekitar dua puluh tahun ini- tidak kami ketahui bahwa salah satu dari pelajar (di ma’had darul hadits) pergi ikut serta dalam tindakan sebagian orang, ikut kumpul ke sana, melakukan tipu daya, lalu datang ke sini.

Memang telah terjadi dari sebagian pelajar suatu tindakan yang tidak benar, akan tetapi pelajar-pelajar Indonesia -alhamdulillah- tidak ikut serta terjatuh dalam gerakan-gerakan seperti ini. Terkhusus dalam perkara yang sering kami beri pengarahan padanya.

Maksud saya kalau pemerintah bisa bersikap memberikan kemudahan birokrasi kepada pelajar Indonesia maka inilah yang dituntut.

Dan ini tidaklah maknanya kami menerima mu’amalah bersama yang lain dengan adanya tekanan, tidak selamanya. Siapa yang datang secara resmi maka dilayani dengan resmi, sama saja dia masuk negara ini untuk belajar di ma’had Darul Hadits atau tempat yang lain. Dan orang yang terjadi darinya sesuatu maka dia sendirilah yang menanggung buah perbuatannya, dan tidak boleh menghukum orang lain, atau menuduh orang lain. Maka orang ini menanggung sendiri kesalahannya. Allah Ta’ala berfirman,

وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

“Dan orang yang berbuat dosa tdaklah menanggug dosa orang lain.” (Al An’am: 164)

Dan Allah Ta’ala berfirman,

ولا تكسب كل نفس إلا عليها

“Dan tidaklah seseorang berbuat dosa kecuali dia sendiri penanggungnya.”

Maka orang yang menempuh jalan yang menimbulkan kerusakan dan kejelekan dia menanggung sendiri akibatnya.

Apakah ma’had ini memiliki hubungan dengan ma’had di Dzamar (Asy-Syaikh Utsman As-Salimy), ma’had di ‘Aden (Asy-Syaikh Abdurrahman), dan Asy-Syaikh Abdullah di Syihr, Hadramaut?

Syaikh Muhammad: Kami semua sama, kami semua satu dan berjalan pada jalan yang satu.

Bagaimana dengan Abul Hasan di Ma’rib?

Kami tidak memiliki hubungan dengan Abul Hasan di Ma’rib.

Ini adalah kunjungan pertama dari pihak kedutaan Indonesia (ke Ma’bar)?

Benar ini adalah kunjungan pertama, dan kami berharap agar kunjungan seperti ini bisa terulang lagi -hayyakumullah-. Dan kami menerima kalau ada nasehat, misalnya terlihat ada suatu kesalahan pada kami maka kami menerima nasehat yang diberikan, seperti seorang bayi menerima pemberian, selama nasehat itu benar. Demikian juga para pelajar jika terlihat mereka jatuh pada kesalahan maka mereka juga harus dinasehati. Kami berjalan di atas yang benar, selama tidak ada di sana unsur memerangi agama. Biarkan agama berjalan pada porosnya dan kita saling tolong menolong pada kebaikan, karena kebaikan itu sendiri. Dan yang memperalat kebaikan untuk melakukan kejelekan maka kami tidak ridha dan tidak sudi tolong menolong dengannya.

Telah tertangkap sebelum dua minggu ini dua orang pelajar Perancis, dan kabarnya mereka berdua belajar di tempat anda wahai Syaikh?

Terkait dengan dua pelajar itu, keduanya dulunya di sini. Dan kami memiliki arahan khusus terkait dengan pelajar dari luar Yaman, yaitu bahwa mereka tidak boleh memegang senjata, tidak boleh membelinya dan mereka tidak butuh kepada benda-benda ini, demikian mereka tidak diperkenankan latihan senjata (menembak). Kami telah kumpulkan mereka dan kami sampaikan arahan ini, berulang kali sampaikan arahan ini. Adapun kami di Yaman memegang senjata, maka kami adalah warga negara asli, kami berbeda dengan kalian. Maka dikatakan: untuk apa mereka membeli dan memegang senjata, padahal mereka dari negara luar, dan secara asal mereka tidak membawa senjata? Fitnah ini sangat memudharatkan.

Adapun terkait usaha pelarangan sebagian orang yang disebut sebagai teroris, maka kami tidak tahu siapa yang menggerakkan dua pelajar ini, siapa yang datang dan membatunya mendapatkan senjata. Perkaranya tidak ada permintaan dan pemberitahuan pada saya, bersamaan mereka telah mengenyam arahan terkait benda-benda ini, kami tidak tahu kecuali mereka telah jatuh pada masalah. Kami tidak tahu sebelum terjadi segala sesuatu.

Yang penting ini terhitung sebagai tindakan yang salah dari dua pelajar ini, tiada celaan dan tanggung jawab akan kesalahan ini atas pelajar yang lain ataupun atas ma’had.

Penangkapan beralasan bahwa mereka berdua memiliki senjata dan berlatih dengannya, bukan beralasan pada termasuknya mereka sebagai pelajar di ma’had ini. Keduanya berkata: belajar menembak itu penting dan ada hadits menganjurkan hal ini. Keduanya telah mendengar hadits intu dalam pelajaran bersama kami. Kami berbicara akan pentingnya belajar menembak bagi kaum muslimin, namun kami juga telah memberikan arahan bahwa hal ini tidak bisa dilakukan di sini (bagi orang asing).

Apakah ada bantuan dari pemerintah untuk mendukung ma’had ini?

Adapun negara maka kami tidak meminta pada mereka, kalau kami mau meminta mereka akan membantu kami. Akan tetapi kami memandang kami tidak membutuhkan, maka dari satu sisi kami lebih memilih bersabar dan menanggung semampunya. Dan dari sisi yang lain mengandalkan apa yang dimudahkan bagi kami melalui jalannya para donatur yang memberikan dana tanpa ada syarat dan ikatan. Di sana ada pihak-pihak yang ingin memberi bantuan namun mengajukan syarat, sehingga dia mengontrol kalian. Sama saja pihak itu adalah pemerintah atau partai. Kami memandang hal ini tidak baik untuk agama kami, yaitu adanya orang yang mengendalikanmu dengan sebab dia telah memberikan bantuan harta kepadamu. Maka kami memilih bersabar dan menanggung semampu mungkin.

Kami mohon anda menasehati pelajar terkait dengan pelajar di tempat lain, bagaimana supaya tidak ada unsur fanatik antara mereka, ini shufi, ini ikhwany. Ini dan ini?

Perkara ini yang seharusnya adalah dijalani dengan batasan-batasan syar’i. Maksudnya kalau engkau berkumpul bersama orang, engkau shalat dan orang ini tidak shalat, maka tidak diragukan bahwa yang shalat ini sesuatu dan yang tidak shalat sesuatu yang berbeda. Dan ini secara hukm syari’at. Yang seharusnya adalah kita membangun hukum-hukum syari’at yang menjadikan kita menempatkan orang pada posisi mereka yang pas. Inilah yang wajib untuk kita perhatikan.

Kami mohon Syaikh jelaskan kepada kami masalah pemilu dan partai, apakah hal itu haram?

Semua hal ini didatangkan kepada kita dari sisi musuh-musuh islam. Musuh-musuh islam sangat menginginkan untuk memperlemah kaum muslimin, makin mencabik-cabik mereka, sehingga bertambahlah kelemahan mereka setelah kelemahan. Meskipun mereka mengatakan: “Kami tidaklah menginginkan kalian ini dan itu dan seterusnya.”. Orang yang teliti akan melihat bahwa pemilu dan partai itu tidaklah mendatangkan kebaikan bagi negara dan umat.

Apa yang menjadikan Yaman saat ini tempat berkecamuknya fitnah? Tiada lain kecuali bolehnya mendirikan partai. Karena suatu partai tidaklah didirikan dari awalnya kecuali karena tujuan untuk bisa memegang negara (kepemerintahan) di masa mendatang. Maka dia mempersiapkan dirinya sebagai sebuah negara di dalam negara. Partai-partai itu tumbuh demi tujuan ini. Sudah diketahui bahwa kapan ada waktu yang tepat untuk meraih kekuasaan, maka hal ini tidaklah teraih kecuali dengan adanya musibah, kerusakan terhadap daerah subur dan daerah yang gersang. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الأرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْفَسَادَ

“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan” (Al Baqarah: 205)

Dan tiada seorangpun yang berbicara menjelaskan kerusakan-kerusakannya kecuali ulama ahlus sunnah sejak diumumkannya beragamnya metode politik. Ulama ahlus sunnah bersikap dari hari pertama menerangkan bahwa hal ini tidak boleh, hal ini akan mendatangkan kerusakan di masa mendatang, dan partai-partai ini akan menjadi kepanjangan tangan yang bahu-membahu dengan musuh-musuh islam untuk merusak negara dan masyarakat.

Jika partai itu hanyalah sumber fitnah (kerusakan), lalu cara apakah yang utama atau yang baik untuk menerapkan syari’at? Dan sistem apakah yang cocok untuk suatu negara?

Terkait dengan masalah ini, maka negara bisa menerapkan agama Allah Ta’ala sesuai dengan keadaan tingkat kebaikan dan keistiqamahan para pejabat. Terkadang suatu waktu ditemukan negara itu menyimpang dari syari’at demikian pula partai-partai juga menyimpang kepada arah yang lain, hanya saja sebagian kejelekan itu lebih ringan dibanding yang lain.

Adapun sistem yang cocok untuk suatu negara adalah islam. Islam itu padanya ada hukum-hukum bagi setiap perkara yang dibutuhkan umat. Dalam perkara ekonomi, politik, mu’amalah bersama negara, mu’amalah bersama musuh, ketika berdamai, ketika perang dan selanjutnya. Allah Ta’ala berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku telah rela islam menjadi agama bagi kalian.” (Al Maidah: 3)

Agama ini telah sempurna, adapun kekurangan itu ada pada manusia. Adapun Allah Ta’ala telah menyempurnakan agama-Nya, telah menyempurnakan syari’at-Nya, maka kita tidak butuh aturan selainnya. Bahkan yang nyata terlihat bahwa musuh-musuh islam itu mengambil dari syari’at islam dan menerapkannya di negara-negara mereka. Karena padanya ada berbagai manfaat, keadilan, lebih baik dari yang mereka miliki. Dan ini nyata terjadi.

Akan tetapi ketika kebanyakan kaum muslimin tidak mau tahu dengan agamanya, tidak mau mengamalkan syari’at Rabbnya, karenanya pemerintah dan partai menganggap bahwa yang dibawa oleh musuh seperti sistem demokrasi, atau komunis itulah yang akan bisa memperbaiki kondisi, sebagaian menganggap bahwa sudah mencapai taraf darurat. Ini semua disebabkan kebodohan terhadao agama Allah Ta’ala.

Apakah sekarang ada suatu negara yang seperti negara islam pada jaman dahulu?

Semoga Allah Ta’ala melimpahkan barakah kepada anda. Islam ini hilang terkikis sedikit demi sedikit. Contohnya pada masa khulafa’ rasyidin disebut sebagai khilafah kenabian sesuai dengan aturan yang diletakkan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka tidak mengganti dan tidak mengubah dan tidak pula mendatangkan sesuatu yang menyelisihi syari’at.

Setelah khilafah Umawiyah terjadi beberapa perkara yang semuanya masih terhitung ringan. Lalu datanglah khilafah ‘Abbasiyah dan terjadilah penyelisihan lebih besar, terjadi pada jaman itu pengadopsian dari persia, entah dalam hal peralatan dan perkara-perkara yang terkait dengan perang dan sebagian perkara.

Lalu datanglah pemerintah ‘Utsmaniyah maka makin luas penerimaan hal-hal yang disebut dengan reformasi yang disengungkan oleh Perancis dan Inggris, sehingga kejelekan makin meluas lebih dan lebih sejalan bersama hari. Inilah keadaannya.

Dan negara Sa’udi terhitung termasuk dalam negara yang paling baik dari negara-negara yang menerapkan hukum-hukum syari’at. Namun ini hanya sebagian bentuk, karena fitnah juga terjadi di sana. Maksudnya permusuhan terhadap negara ini dan juga negara Yaman dari para dedengkot kekafiran lebih banyak dibanding permusuhan yang ditujukan kepada selainnya, hal ini dikarenakan adanya sikap berpegang teguh dengan islam.

Apa yang seharusnya dilakukan oleh rakyat yang negaranya tidak menerapkan syari’at islam, bahkan dia menerapkan sistem demokrasi seperti Indonesia?

Semoga Allah melimpahkan barakah kepada anda. Yang dituntut dari rakyat adalah agar mereka memperbaiki diri-diri mereka dan mengamalkan syari’at Rabbnya semampunya. Kalau dia memiliki suatu kasus di hadapan negara maka hendaknya dia meminta untuk diperadilkan dengan hukum Allah Ta’ala. Jika permintaannya diterima maka syukur kalau tidak disetujui maka hendaknya bersabar dan menahan diri, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk bersabar terhadap pemerintah dan kejahatan mereka. Siapa yang berbuat zhalim dia menanggung untuk dirinya.

Apakah keadaan itu menuntut untuk memberontak kepada negara?

Tidak, tidak, tidak boleh untuk memberontak, dia duduk di rumah dan beristirahat itu lebih baik baginya.

Apakah jihad di Palestina wajib atas kami, terkhusus kaum muslimin di Indonesia?

Sekarang pada saat-saat yang berharga ini, jihad di Palestina itu tidaklah dibenarkan. Karena kelompok Ikhwan Muslimin (di sana) hanya mementingkan dirinya dan orang yang bersamanya di sana di Palestina dengan alasan mujahidin. Jadilah urusannya pada saat yang berharga ini tidaklah ditemukan jihad yang diserukan oleh syari’at yang akan membawa manfaat kepada kaum muslimin.

Maka kita tidak diwajibkan untuk pergi ke Palestina dikarenakan tidak adanya penegakkan jihad yang sesuai dengan syari’at. Dan kelompok Ikhwan yang mengumandangkan jihad mereka tidaklah menegakkan jihad diatas batasan syari’at. Mereka hanya meminta dukungan harta dari kaum muslimin. Jika dikatakan kepada mereka: “Kami ingin pergi bergabung dengan kalian.” Mereka berkata: “Jangan datang, cukup kirim saja bantuan harta”.

Maka wajib bagi sisa kaum muslimin untuk mempelajari agama mereka dan berusaha istiqamah. Inilah jihad yang paling besar pada saat ini bagi kaum muslimin.

Penegakkan jihad itu bukan berada pada pundak masing-masing orang, dan tidak pula kelompok. Akan tetapi jihad itu ditentukan oleh negara, karena merekalah yang punya tentara, harta dan keputusan untuk berdamai atau perang.

Ditranskrip dan diterjemahkan oleh
‘Umar Al-Indunisy
Darul Hadits – Ma’bar, Yaman
http://thalibmakbar.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s