TASYABBUH


Kutipan dari status facebook akhi Abu Fahd :

– Adakah orang Nasrani yang memberikan ucapan Selamat untuk perayaan Maulid (Ulang Tahun) Nabi (walaupun hal itu tidak disyariatkan)?

Dan adakah orang Muslim yang memberikan ucapan Selamat untuk perayaan Natal (Ulang Tahun Nabi Isa)?

– Adakah orang Nasrani yang memberikan ucapan Selamat dan ikut merayakan Tahun Baru Hijriyah?

Adakah orang Muslim yang memberikan ucapan Selamat dan ikut merayakan Tahun Baru Masehi?

– Adakah orang Nasrani yang memberikan Selamat dan ikut berpartisipasi pada acara2 islami seperti hari raya Idul Adha dan ikut membantu menyembelih hewan qurban atau memberi makanan untuk berbuka puasa?

Adakah orang Muslim yang memberikan selamat dan ikut berpartisipasi pada acara2 keagamaan mereka seperti hari Valentine, dan saling memberikan hadiah pada hari itu, juga di hari Hallowen?

– Adakah orang Nasrani yang beribadah di dalam masjid?

Adakah orang Muslim yang sengaja beribadah di dalam gereja?
Ada, dan ini dilakukan oleh orang Syiah (walaupun Syiah itu bukan agama Islam, namun mereka mengaku Islam).

– Adakah orang Nasrani yang beribadah dengan memakai simbol2 islami, seperti sajadah, kopiah putih, baju koko, dll?
(ada dari mereka seperti ini, tapi itu hanya oknum saja dan jumlahnya sangat sedikit)

Adakah orang Muslim yang beribadah dengan memakai simbol2 orang kafir diantaranya alat musik, seperti bershalawat dan berdzikir dengan musik?

– Adakah orang Nasrani yang memuliakan kalender Hijriyah dan hari Jum’at?

Adakah orang Muslim yang memuliakan kalender Masehi dan hari Ahad (bukan karena terpaksa)?

Kesimpulannya:
Orang2 Nasrani tidak ada yang mau melakukan amalan2 orang Muslim, namun sebaliknya orang2 Muslim banyak sekali yang melakukan amalan2 orang Nasrani.

Rupanya orang Nasrani lebih memiliki sikap dan berilmu daripada orang2 muslim (yang awam) dalam masalah agama. Betapa banyak kaum muslimin yang latah mengikuti ibadah2 orang2 kafir, seperti menjadi kuburan sebagai masjid atau masjid sebagai kuburan, memajang gambar atau foto orang2 shalih, membuat perayaan2 tertentu yang tidak disyariatkan, dsb. Inilah musibah atas umat ini. Wallahul musta’an.

Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam,

((لتتبعن سنن الذين من قبلكم شبرا بشبر وذراعا بذراع حتى لو دخلوا في جحر ضب لاتبعتموهم قلنا يا رسول الله آليهود والنصارى ؟ قال فمن ؟)) (متفق عليه).

“Sesunguhnya kalian akan mengikuti kebiasaan umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sedepa demi sedepa, sehingga seandainya mereke masuk lubang Dhab (sejenis kadal) niscaya akan kalian ikuti, para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah (maksudmu) orang-orang Yahudi dan Nasrani?’ (jawab Rasulullah), ‘Siapa lagi.’” (HR. Bukhari & Muslim).

Silahkan download dan dengarkan kajian tentang tasyabbuh , oleh Ustadz Ahmad Rofi’i, Lc yg disampaikan dengan indah dan jelas ;

http://www.4shared.com/mp3/2-zvjHPb/Ahmad_Rofii_-_Tasyabbuh_01.html

http://www.4shared.com/mp3/YZirOCy5/Ahmad_Rofii_-_Tasyabbuh_02.html

Barokallohu fikum.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s